Minggu, 06 November 2011

2. Pembuatan Grafis Berbasis Vektor






1 pembuatan desain 12
Setelahn program CorelDRAW 12 diaktifkan, secara otomatis tersedia lembar kerja (workspace) berserta elemen-elemen lain yang diperlukan dalam proses desain grafis.
Elemen-elemen yang ada telah ada telah anda ketahui sebelumnya, antara lain toolbar yang terdiri dari standart, text, property bar, toolbox, dan satutus bar. Bekerja dengan CoreDRAW dalam mendisain gambar mendesain gambar ada dua cara yang dapat ditempuh, yaitu dengan cara mencontoh, gambar sendiri. Untuk tahap pertama 
sebaiknya anda lakukan menggambar logo-logo dengan cara mencontoh misalnya logo perusahaan, bank, sekolah, atau logo organisasi di sekolah sehingga akan terbiasa unutk menggunakan tool-tol dalam corel. Hal itu akan mempermudah anda apabila akan menggambar sendiri.
a.     Pengaturan lembar kerja (workspace)
Secara default lembar kerja CorelDRAW menggunakan jenis kertas Normal Peper, yaitu ukuran letter dengan lebar 8,5 inci dengan panjang 11 inci. Jika lembar kerja yang secara default namun tidak sesuai dengan keinginan kita, misalnya dalam hal ukuran atau background, maka dapat dilakukan pengaturan halaman.
1.     Pengaturan ukuran kertas
Perhatikan deasain yang akan anda lakukan , tentukan ukuran kertas yang digunakan unutk menggambar. Apabila gambar melebihi ukuran kertas, gambar akan terpotong. Anda dapat mengatur ukuran kertas dengan satuan ukuran dengan saluran uku inci, milimeter, atau pixel.
Berikut ini langah-langakah untuk menemukan kertas yang digunakan.
  • ·        Klik menu layout.
  • ·        Klik Page setup

Tentukan pengaturan sebagai berikut.
Peper       : kertas dengan ukuran yang ada.
Width      : lebar kertas sesuai keiginan.
Height      : panjang kertas sesuai dengan keinginan.
Portrait   : letak kertas berdiri/ tegak.
Landascape: letak kertas menyamping atau horizontal
·        Klik ok unutk sesuai
2.     Peraturan warna latar (bakground)
Warna default untuk yang digunakan adalah putih. Apabila anda ingin dengan cara sebagai berikut.
  • ·        Klik menu layout.
  • ·        Klik page background, kemudian tampil kotak options.



       Tentukan pengaturan beckground.
       No backround         : tanpa menggunakan warna yang ada.
       Solid                           dengan menggunakan warna ada.
       Bitmap                       : dengan menggunakan background gambar bitmap.
·        Klik ok
Penyimpanan dokumen.
Setelah proses pendisainan grafis selesai dilakukan, penyimpanan dokumen harus dilakukan sehingga hasil karya yang telah dibuat dibuka kembali atau diedit kembali. File yang disimpan ini akan memiliki ekstensi. Cdr ( CorelDRAW).  File ini berbentuk ikon dengan bentuk seperti gambar objek yang dibuat. Cara menyimpan dokumen ssebagai berikut.
·        Klik menu file.
 ·        Klik save (Ctrl + S) atau klik ikon save

Kemudian akan muncul kotak dialog save Drawing seperti gambar berikut ini.
·         Tentukan lokasi (diktori) penyimpanan pada kotak pilihan save in.
·         Isi nama file pada kotak isian file name (file mempunyai ekstens.cdr).
·         Klik save unutk menyimpan
                Untuk menyimpan kembali file yang sudah disimpan sebelumnya dengan mengganti nama file baru atau ditempatkan pada lokasi baru, anda dapat melakukan langakah klik menu file lalu klik save As.
                Dokumen yang telah kita simpan sewaktu-waktu dapat dibuka kembali unutk dilihat atau unutk kebutuhan proses editing. Langkah-langkah unutk membuka file sebagai berikut.
·         Klik menu file
·         Klik Open (Ctrl + O), atau klik open


·         Tentukan diktori atau folder tempat file disimpan.
·         Klik nama file yang akan dibuka.
·         Beri tanda centang Preview unutk melihat tampilan
·         Klik ok
Menutup dokumen
Setelah penyimpanan dokumen dilakukan, sebaiknya file ditutup (Close) dan keluar (Exit) dari program CorelDRAW. Penutupan dokumen ini bertujuan untuk menghemat memori komputer sehingga komputer tidak terlalu berat atau lambat dalam prosesnya. Adapun langkah untuk menutup dokumen sebagai berikut.
·         Klik menu file
·         Klik Close
Langkah-langakah untuk mengakhiri program CorelDRAW sebagai berikut.
·         Klik menu file
·         Klik Exit (Alt +F4)
·         Atau anda dapat menggunakan control bar window sebagai berikut.
atau anda dapat menggunakan control bar window sebagai berikut.




Menggambar kurva bebas
Untuk menggambar kurwa kita dapat menggunakan beberapa fasilitas toolbox yang dimiliki CorelDRAW . toolbox yang akan digunakan ini termasuk dalam kelompok Curve Tool. Anda dapat menggunakan salah satu toolbox Curve Tool dibawah ini sesuai kebutuhan, misalnya Freehand Tool, Bezier Tool, dan Polytime digunakan unutuk menggambarkan kurva bebas.

                Teknik menggamabarkan kurva bebes dalam CorelDRAW, termasuk pula dalam program berbasis CDA ( computer Aided Design ) lainnya, ada dua macam yaitu:
1.       Piont to Point
Point to point  adalah teknik menggambar dengan menggunakan klik tombol kiri mouse pada titik tertentu. Titik atau simpul tertentu ini disebut node. Untuk lebih memahami teknik ini lakukan perintah berikut .
  Klik Plolyline Tool pada toollbox.
·         Arahkan pointer pada kanvas dan lakukan langakah seperti gambar di samping
Mengemukakan Pluline Tool dengan cara point to point membentuk garis yang menghasilkan sagiriga. Penggunaan polyline ini dengan cara mengklik mouse pada banyak node bergantung berapa sudut yang akan dibentuk. Apabila anda ingin menggambarkan bentuk kurva, maka dapat pula menggunakan polyline dengan teknik dragging dan diakhiri dengan klik dua kali.
2.   Dragging
          Istilah draging tidak asing lagi dalam penggunaannya, yaitu menekan tombol kiri mouse digeser. Untuk teknik draging dapat menggunakan toolbox lain yaitu Freehend Tool. Dragging dilakukan diatas kanvas sampai selesai. Unutk lebih jelasnya, anda dapat memperhatikan langkah-langkah berikut ini.
·         Klik Freehand Tool  pada toolbox
·         Setelah itu lakukan dragingging pada kanvas seperti gambar berikut ini.

Ppenggunaan Freehand Tool dengan tehnik point to point, dapat menghasilkan sebuah garis horizontal, vertikal, dan diagonal.
Menggambarkan Grafis Beraturan
Grafik beraturan adalah grafik yang telah mempunyai bentuk yang dijelaskan dalam pembuatannya. Dalam menggambarkan grafik beraturannya. Dalam menggambarkan grafis beraturan seperti bujur sangkar elips, poligon, garis lurus, dan garis lengkung, anda dapat menggunakan teknik dragging. Perhatikan pembuatan bujur sangakar berikut ini.
·         Klik Rectangle Tool (F6) pada toolbox
·         Lakukan dragging pada kanvas secara diagonal seperti gambar berikut.
                Setelah anda mampu menguasai teknik dasar menggambar kurva bebas dan grafik beraturan, anda dapat menggambar apa saja yang diinginkan. Belajar desain grafis dengan CorelDRAW, dapat dilakukan dengan cara mencontoh dan dengan CorelDRAW , dapat dilakukan dengan cara mencontoh dan dengan membuat baru.. mencontoh adalah menggambarkan ulang dengan menempelkan gambar pada lembar kerja CorelDRAW. Gambar dapat anda desain terlebih dahulu pada kertas kemudian discan atau mendonload dari internet.
2.2 Penggunaan Menu dan Ikon untuk Menggambar Grafis Vektor.
Untuk menggambar dengan CorelDRAW, anda dapat menggunakan menu, toolbar, dan toolbox. Dengan menggunakan menu dan ikon, anda harapkan sudah dapat membuat sebuah logo yang sederhana, misalnya logo BRI. Sebelumnya, anda harus mempunyai gambar asil logo yang dapat didwonload dari internet. Gambar logo asli tersebut dapat diatur. Gambar yang dapat adalah gambar jadi dengan file berekstensi, jpeg, bmp,png, dan gif. Pembuatan gambar ini terdiri dari beberasa tahap sebagai berikut.
A. Menginpor Gambar
       Mula-mula gambar yang telah anda persiapkan yang disimpan pada folder tertentu, diimpor ke dalam lembar kerja (workspace) CorelDRAW 12. Berikut ini langkah-langkah unutk mengimpor gambar.
  •         Aktifkan lembar kerja CorelDRAW dan tentukan ukuran kertas Letter
  •         Klik menu file
  •         Klik Import.

  •             Tentukan file gambar (*.jpg, * gif) dari direktori penyimpanan.
  •         Klik pada daerah workspace tempat gambar akan diletakkan.
     











    B. Mengunci Gambar
    Gambar yang telah diimpor selanjutnya akan digambarkan ulang, sebelumnya, agar gambar tidak bergeser, sehingga memudahkan dalam maniru gambar, lakukan penguncian terlebih dahulu dengan cara berikut ini.
    •     Klik gambar sampai muncul kotak area
    •        Klik menu Arrange.
    •         Klik Lock Object
dengan cara itu, ketika anda menggeser gambar dengan cara dragging baik disengaja atau tidak sengaja, gambar tidak akan bergerak. jadi, penguncian gambar memberikan kemudahan dalam menuru gambar tersebut.

C. Menggambar Ulang
        Setelah gambar siap untuk dijiplak, analisis terlebih dahulu gambar tersebut. hal- hal apa saja yang dibutuhkan dalam menggambar logo tersebut. perhatikan, dalam logo tersenut terdiri dari grafik beraturan dan kurva bebas. Untuk menggambar grafik beraturan berbentuk kotak, kita dapat menggunakan Rectangle Tool , sedangkan untuk kurva bebas, kita dapat menggunakan Bezier Tool atau Polyline Tool. berikut langkah-langkah untuk menggambar dengan menggunakan toolbox Retangle Tool dan Bezier Tool.
  •         klik Rectangle Tool , hingga mose bergerak pointer berubah bentuk seperti gambar.
    •                             
  •        Drag pada daerah gambar yang akan ditiru
  •                                           gambar 2. 16 Membuat Rectangle
         
  •        Klik shape Tool  hingga kotak area gambar berubah bentuk kemudian, drag sudut kiri atas hingga membentuk sudut tumpul (round corner).


  •      Klik Bezier Tool untuk membuat kurva pada huruf B R I, dengan teknik point. Kurva to point. Kurva B terdiri dari 7 point, kurva R terdiri 6 Point, dan kurva I terdiri dari 4 point. Jumlah point terserah kemampuan anda, semakin banyak point semakin mudah dalam membentuk kurva. Perhatikan gambar:

  •     Klik toolbox shape Tool , untuk mengubah garis.
  •     Klik pada garis yang akan dibentuk kurva ( garis lengkung)



  •      Klik convert Line to Curve Tool pada property bar, sehingga berubah menjadi dua titik seperti pada gamabar berikut:


  •     Drag antara dua tanda titik pada garis yang akan dibentuk lengkungan.

Perhatikan gambar berikut:

Ulangi kembali langkah Shape Tool dan Convert Line to Curve pada grafis berikutnya untuk membentuk kurva lengkung, sehingga akan tamapak seperti pada gambar berikut.

Keterangan :
                                Rectangle
                                Kurva B
                                Kurva R
                                Kurva I

  •      Klik Pick tool, kemudian blok dengan cara mendrag di luar area gambar yang telah dibuat. Perhatikan gambar:



















  •       Geser gambar dengan mendrag tanda X (ditengah gambar). Perhatikan gambar berikut:













Demikianlah langkah-langkah penggunaan toolbox untuk menggambar ulang dengan  menjiplak gambar, anda dapat melakukan hal serupa terhadap gambar lainnya, seperti logo sekolah.

Membuka kunci dan menghapus gambar
Setelah anda berhasil membuat ulang, gambar dengan menconto, maka gambar asli perlu dihapus terlebuh dahulu. Sebelumnya, anda harus membuka kunci gambar tersebut. Gambar yang masih terkunci tidak dapat dihapus. Untuk membuka dan menghapus gambar yang dikunci dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  •      Klik menu Arrange
  •      Klik Unlock All Objects.



Tekan tombol Delete pada keyboard, maka gambar akan terhapus.

Mewarnai Gambar
Tahap selanjutnya, kita akan mewarnai gambar yang telah dibuat. Sebelumnya, letakkan gambar ditenggah lembar kerja dengan cara memblok terlebih dahulu gambar. Gunakan dengan cara memblok terlebih dahulu gambar. Gunakan Pick Tool, kemudian drag tanda X yang terletak di tengah gambar.
                Untuk mewarnai gambar logo BRI terdapat empat objek, yaitu  Rectangle,B,R,I. Pemberian warna dapat menggunakan Color Palette, yaitu mengklik untuk memberi warna dalam (fill), dan mengklik kanan unutk memberi waarna garis tepi (outline). Berikut ini cara untuk mewarnai gambar:
  •      Klik objek rectangle.
  •      Klik Color Palette, misalnya biru.
  •      Klik kanan Color Palette X (tanpa garis)
  •      Klik objek kurva B
  •      Klik color Platte, misalnya putih
  •      Klik kanan Color Platte X ( tanpa garis)
  •      Klik objek kurva R
  •      Klikk Color Platte, misalnya putih
  •      Klik kanan Collor Platte X (tanpa grafis)

  •      Klik objek kurva I
  •      Klik Color Palette, misalnya putih
  •     Klik kanan Color Platte X (tanpa grafis)




Menggabungkan Objek Gambar
Setelah selesai memberikan warna, selanjutnya lakukan penggabungan objek gambar penggabungan objek gambar bertujuan untuk menggabungkan gambar yang terdiri atas beberapa objek gambar. Pada contoh sebelumnya, logo BRI tersiri atas tempat objek yang terpisah. Apabila anda tanda sengaja menggeser salah satu obejek tersebut. Maka gambar akan berubah bentuk atau terpisah. Unutk mengghadiri sesalahan tersebut, anda dapat melakukan pemnbangunan objek. Berikut ini langkah-langkah unutk penggabung ibjek gambar:
  •      Klik Pick Tool pada Toolbox
  •     Blok dengan cara drag objek gambar yang akan digaabungkan


  •      Klik menu Arrange
  •      Klik Group


         Dengan menggabungkan objek tersebut, maka gambar satu kesatuan. Apabila anda mendrrag salah satu objek, maka semua objek gambar akan ikut bergeser

 

Kamis, 03 November 2011

1. Pengenalan Grafis Berbasis vektor dan Berbasis bitmpa


Pengenalan Grafis Berbasis Vektor dan Berbasis BitmapThis is a featured page
Program Aplikasi Pembuat Grafis
Pada pembuatan media Informasi digital seperti halnya website, eksistensi grafis sudah menjadi suatu kebutuhan. Bahkan, sudah menjadi hal yang konvensional jika suatu website hanya terdapat grafis tanpa adanya animasi, baik animasi berbasis grafis maupun berbasis suara. Tidak dapat di pungkiri lagi, grafis yang menjadi tolak ukur kualitas suatu program aplikasi atau website. Hal tersebut menimbulkan perang urat syaraf antar produsen software, terutama perusahaan yang bergerak dalam bidang design grafis, sehingga bermunculan software-software berbasis grafis dengan fitur-fitur (fasilitas) yang canggih, mudah dalam pengoperasian, menarik, dan compatible.

A. Pengertian Grafis Berbasis Vektor dan Grafis Berbasis Bitmap

Grafis
 adalah gambar yang tersusun dari koordinat-koordinat. Dengan demikian sumber gambar yang muncul pada layar monitor komputer terdiri atas titik-titik yang mempunyai nilai koordinat. Layar Monitor berfungsi sebgai sumbu koordinat x dan y.

Pada desain grafis, desain dibagi menjadi 2 kelompok yakni desain bitmap dan vektor. Grafis desain bitmap dibentuk
 dengan raster/pixel/dot/titik/pointkoordinat. Semakin banyak jumlah titik yang membentuk suatu grafis bitmap berarti semakin tinggi tingkat kerapatannya. Hal ini menyebabkan semakin halus citra grafis, tetapi kapasitas filenya semakin besar.

Ketajaman warna dan detail gambar pada tampilan bitmap bergantung pada banyaknya pixel warna atau resolusi yang membentuk gambar tersebut. Hal ini berkaitan erat dengan kemampuan monitor dan
 VGA ( Video Graphic Adapter ) yang digunakan. Jika gambar tampilan bitmap berresolusi tinggi di tampilkan pada monitor yang berresolusi rendah akan mengakibatkan gambar terlihat kasar , bahkan terlihat kabur berbentuk kotak-kotak ( juggy ) jika dilakukan pembesaran gambar. Satuan untuk ukuran grafis jenis bitmap ini adalah dpi ( dot per inch ) yang berarti banyaknya titik dalam satu inci. Untuk lebih memahami grafis jenis bitmap .

Beberapa grafis bitmap dapat Anda temui di file komputer, yakni file komputer yang berekstensi : .bmp, .jpg, .tif, .gif, dan .pcx. Grafis ini biasa digunakan untuk kepentingan foto-foto digital.

Program aplikasi grafis yang berbasis bitmap, antara lain :
 Adobe Photoshop, Corel Photopaint, Microsoft Photo Editor dan Macromedia Fireworks. Semua program tersebut menawarkan kemudahan dan kelengkapan fiturnya.
Selain grafis jenis bitmap, ada grafis jenis vektor yang merupakan perkembangan dari sistem grafis bitmap (digital). Grafis ini tidak tergantung pada banyaknya pixel penyusunnya dan kondisi monitor karena tampilan vektor tersusun atas garis-garis. Tampilan akan terlihat jelas meskipun dilakukan pembesaran (zooming).

Penggunaan titik-titik koordinat dan rumus-rumus tertentu dapat menciptakan bermacam-macam bentuk grafis, seperti lingkaran, segitiga, bujur sangkar dan poligon. Dengan demikian , pemakaian grafis vektor akan lebih irit dari segi volume file, tetapi dari segi pemakaian prosessor akan memakan banyak memori.

Program aplikasi grafis yang berbasis vektor antara lain :
 CorelDraw , Macromedia Free hand, Adobe Illustrator dan Micrografx Designer.

B. Macam-macam Program Grafis
Software grafis secara umum dibagi menjadi dua, yaitu grafis berbaris vektor dan grafis berbaris bitmap. CorelDARAW 12 adalah salah satu software berbasis vektor yang banyak digunakan. Kemudahan dalam penggunaannya membuwat software itu dikenal sebagai software andal dalam mendisain gambar vektor. Adobe Photoshop CS adalah salah satu software berbasis bitmap yang banyak digunakan dalam dunia industri desain grafis, percetakan, dan foto studio. Selain software grafis tersebut, masih banyak software lainnya berbeda di pasaran, 
berikut sebagai contoh software berbasis grafis:
  1.    CorelDRAW 12
  2.    Corel Photopaint
  3.    Adobe Photos CS2
  4.    Macromedia Freehand MX
  5.    Adobe Illustrator
  6.    Microsoft Photo Editor

Kekurangan dan Kelebihan CorelDraw:
sebagai aplikasi grafis vector dua dimensi. Saya kurang tahu dengan versi-versi CDR yang baru, apakah sudah memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada. Sebagai catatan dari pengalaman menggunakan CDR berikut ini ada beberapa kekurangan yang sering muncul:
  1. memakan memori dan resource lain yang sangat besar apalagi bila gambar yang sedang dibuat mempunyai detail yang banyak. Pada PC yang low end penggunaan CDR sering menimbulkan pesan ‘crash’ pada system bahkan dalam proses effect bevel/emboss dalam PC yang bagus pun dapat timbul ‘hang’.
  2. besar file yang dibuat membengkak
  3. warna yang dicetak tidak akurat (tidak sesuai dengan tampilan layar) pada beberapa jenis printer
  4. dalam pembuatan objek table tidak semudah membuat table dalam MS Word. Yaitu dengan cara yang sangat manual
  5. apabila ada penggabungan objek vector dan photo/bitmap kualitas cetakannya kurang memuaskan, misalnya membuat cover buku yang terdapat objek text dan photo.
  6. kompatibilitas versi CorelDraw banyak kendala dalam sharing ke versi lainnya.
Namun dari beberapa kekurangan tersebut, CorelDraw juga mempunyai kelebihan sehingga software grafis di lingkungan vector CorelDraw paling banyak digunakan (sangat popular) oleh para designer grafis. Kelebihannya antara lain :
  1. exim (export-import) format grafis yang didukung sangat banyak sehingga membantu kompatibilitasnya.
  2. mempunyai banyak tools dan effect yang memudahkan pembuatan objek vector (garis, lengkung, kotak) terutama dalam mendesain/redesign logo.
  3. untuk duplikasi objek banyak sekali langkah yang bisa digunakan misalnya dengan menekan tombol ‘+’ pada keypad, Ctrl+D, Copas, Effect Blend, mirror transform dll.
font bawaan CorelDraw sangat banyak sehingga mencukupi dalam pembuatan logo dlln.Pengalaman menggunakan CorelDraw dari beberapa versi (dari versi 5 s.d. 13) yang dirasa sangat bagus dan mengesankan adalah versi 8 dan 13.



Perbedaan Grafis Vektor dan Grafis Bitmap

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, perbedaan antara grafis vektor dan bitmap, terletak dalam hal kualitas gambar yang dihasilkan. Ketika ukuran file dokumen grafis vektor diperbesar, kualitas gambar tidak berubah. Sebalikanya, ketika ukuran file dokumen grafis bitmap diperbesar, kualitas gambar akan berubah menjadi pecah.
Berikut ini tabel perbedaan antara grafis vektor dan grafis bitmap
Tabel 1.1 Perbedaan Grafis vektor dan garis bitmap
Vektor
Bitmat
Gambar tetap jelas ketika diperbesar
Tersusun oleh garis dak kurva
Ukuran file yang dihasilkan kecil
Kualitas grafis bergantung dari banyaknya pixel
Gambar kurang jelas ketika diperbesar
Tersusun aras gambar titik-titik/ dot
Ukuran file yang dihasilkan besar
Kualitas grafis bergantung dari banyaknya pixel



Penggunaan Program Grafis Vektor
Salah satu program aplikasi grafis berbaris vektor yang cukup populer dalam bidang penerbitan adalah CoreDRAW . pada pembahasan kali ini, anda akan diperkenalkan dengan CorelDRAW 12 yang merupakan produk dari Corel Corpation dengan sistem operasi Windos XP. CorelDRAW 12 adalah versi terbaru terdapat fasilitas-fasilitas tambahan yang akan lebih mempermudah perkerjaan mendisain gambar.

Mengaktifkan Program aplikasi Vektor CorelDRAW

3. Opation Bar
Option bar merupakan pilihan tombol yang ditampilkan untuk melengkapi pilihan pada toolbox. Tampilan toolbar akan berubah secara dinamis seiring dengan tool yang digunakan. Cara mengaktifkan atau menghilangkan option bar ini, sebagai berikut.

  •       Klik menu window
  •       Klik Options.
4. Platette
          Photoshop CS2 menyediakan fasilitas platte yang berfungsi untuk memantau, mengatur, dan memperbaiki gambar. Dalam keadaan default, palette ditempatkan bersamaan dalam satu grup. Untuk menampilkan suatu paltte, anda dapat melakukan langkah-langakah berikut ini.
  •     Kilik menu window.
  •     Pilih nama palette yang akan tampilkan.
          Unutk menampilkan dan menyembunyikan beberapa atau seluruh palette dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain sebagai berikut.
  •    Menampilkan dan menyembunyikan seluruh platte, option bar, dan toolbox dengan menekan tombol Tab pada keyboard.
  •   Menampilkan dan menyembunyikan seluruh palette yang telah tampil, dengan menekan tombol (Shift + Tab) pada keyboard.
Berikut ini akan dijelaskan jenis-jenis paltte menurut fungsinya.
     a.   Navigator Palette
Platte ini berfungsi untuk mengatur besar kecilnya tampilan ukuran gambar dalam lembar kerja (kanvas) melalui sebuah salinan miniatur gambar. Bagian tengah Navigator disebut Thumbnail. Untuk memperbesarkan gambar, klik ikon zoom ini sedangakan untuk memperkecil ikon Zoom Out.


     b.   Info Palette
Palatte ini berfungsi untuk memberikan informasi bagian image yang ditunjuk oleh pointer tentang persentase campuuran warna, titik koordinat, dan posisi pointer mouse dalam kanvas.


     c.    Color Palette
Palette ini berfungsi mengatur persentase campuran setiap komponen warna pada foreground dan background, antara lain mode RGB dengan cara menggeser slider untuk menentukan setiap bagian dari mode pewarnaan atau dengan mengklik color.
Pengaturan Set foreground color dilakukan dengan mengklik Set foreground color.
   
 d.   Swatches Palette
Palette ini berfungsi untuk mengatur warna dengan menggunakan warna yang disediakan palette.
    
  e.   Styles Pallette
Palette ini berfungsi untuk membuat suatu objek dengan sistem perwarnaan dan efek yang telah disediakan palette.


  f.      History Pallette
Palette ini berfungsi sebagai peningingat dimna setiap perintas yang telah dilakukan akan terrekam dan dipaparkan pada palette ini. Dengan History palette anda dapat melakukan pembatalan perintah-perintah yang telah dilakukan.

    g.    Actions Pallette
Palette ini berfungsi untuk menjalkan perintah yang akan diterapkan pada gambar yang akan diproses lebih lanjut. Untuk melalukan Action yang telah ada, pilih nama Action yang telah ada. Selanjutnya klik tombol Play section

    h.   Layers Palette
Palette ini berguna mengatur layer (lapisan gambar) sehingga memudahkan dalam pengaturan unrutan lapisan gambaar tanpa mempengaruhi bagian lapisan lainnya. Pada palette ini, anda dapat membuat, menghapus, menggadakan, dan mengatur layer. Dalam keadaan default, layer baru dibuat akan diletakkan pada bagian yang paling atas.

   i.      Channels Pallete
Plette ini berfungsi unutk merekam komponen warna yang digunakan pada gambar bagian atasnya merupakan perpaduan atau model warna dari warna-warna yang berada pada bagian bawahnya. Unutk menyembunyikan atau mematikan salah satu atau seluruh komponen gambar gunakan tombol indicates channel visibility.
    
   j.      Paths Palette
Palette ini berfungsi unutk menyimpan bagian gambar yang dipotong sehingga sewaktu-waktu bagian potongan gambar tersebut dapat ditampilkan kembali. Unutk memotong gambar, anda dapat menggunakan tool magic wand, losso, atau marquee.
5.  toolbox
         Bagian terpenting untuk proses desaian adalah penggunaan toolbox. Toolbox merupakan kumpulan ikon yang berfungsi unutk melakukan editing pada gambar. Biasanya, toolbox berada disebelah kiri layar. Bagian toolbox yang memiliki tanda panah di bagian kanan bawah menunjukkan tombol tersebut masih menyimpan tombol lain yang tersembunyi.