Kamis, 03 November 2011

1. Pengenalan Grafis Berbasis vektor dan Berbasis bitmpa


Pengenalan Grafis Berbasis Vektor dan Berbasis BitmapThis is a featured page
Program Aplikasi Pembuat Grafis
Pada pembuatan media Informasi digital seperti halnya website, eksistensi grafis sudah menjadi suatu kebutuhan. Bahkan, sudah menjadi hal yang konvensional jika suatu website hanya terdapat grafis tanpa adanya animasi, baik animasi berbasis grafis maupun berbasis suara. Tidak dapat di pungkiri lagi, grafis yang menjadi tolak ukur kualitas suatu program aplikasi atau website. Hal tersebut menimbulkan perang urat syaraf antar produsen software, terutama perusahaan yang bergerak dalam bidang design grafis, sehingga bermunculan software-software berbasis grafis dengan fitur-fitur (fasilitas) yang canggih, mudah dalam pengoperasian, menarik, dan compatible.

A. Pengertian Grafis Berbasis Vektor dan Grafis Berbasis Bitmap

Grafis
 adalah gambar yang tersusun dari koordinat-koordinat. Dengan demikian sumber gambar yang muncul pada layar monitor komputer terdiri atas titik-titik yang mempunyai nilai koordinat. Layar Monitor berfungsi sebgai sumbu koordinat x dan y.

Pada desain grafis, desain dibagi menjadi 2 kelompok yakni desain bitmap dan vektor. Grafis desain bitmap dibentuk
 dengan raster/pixel/dot/titik/pointkoordinat. Semakin banyak jumlah titik yang membentuk suatu grafis bitmap berarti semakin tinggi tingkat kerapatannya. Hal ini menyebabkan semakin halus citra grafis, tetapi kapasitas filenya semakin besar.

Ketajaman warna dan detail gambar pada tampilan bitmap bergantung pada banyaknya pixel warna atau resolusi yang membentuk gambar tersebut. Hal ini berkaitan erat dengan kemampuan monitor dan
 VGA ( Video Graphic Adapter ) yang digunakan. Jika gambar tampilan bitmap berresolusi tinggi di tampilkan pada monitor yang berresolusi rendah akan mengakibatkan gambar terlihat kasar , bahkan terlihat kabur berbentuk kotak-kotak ( juggy ) jika dilakukan pembesaran gambar. Satuan untuk ukuran grafis jenis bitmap ini adalah dpi ( dot per inch ) yang berarti banyaknya titik dalam satu inci. Untuk lebih memahami grafis jenis bitmap .

Beberapa grafis bitmap dapat Anda temui di file komputer, yakni file komputer yang berekstensi : .bmp, .jpg, .tif, .gif, dan .pcx. Grafis ini biasa digunakan untuk kepentingan foto-foto digital.

Program aplikasi grafis yang berbasis bitmap, antara lain :
 Adobe Photoshop, Corel Photopaint, Microsoft Photo Editor dan Macromedia Fireworks. Semua program tersebut menawarkan kemudahan dan kelengkapan fiturnya.
Selain grafis jenis bitmap, ada grafis jenis vektor yang merupakan perkembangan dari sistem grafis bitmap (digital). Grafis ini tidak tergantung pada banyaknya pixel penyusunnya dan kondisi monitor karena tampilan vektor tersusun atas garis-garis. Tampilan akan terlihat jelas meskipun dilakukan pembesaran (zooming).

Penggunaan titik-titik koordinat dan rumus-rumus tertentu dapat menciptakan bermacam-macam bentuk grafis, seperti lingkaran, segitiga, bujur sangkar dan poligon. Dengan demikian , pemakaian grafis vektor akan lebih irit dari segi volume file, tetapi dari segi pemakaian prosessor akan memakan banyak memori.

Program aplikasi grafis yang berbasis vektor antara lain :
 CorelDraw , Macromedia Free hand, Adobe Illustrator dan Micrografx Designer.

B. Macam-macam Program Grafis
Software grafis secara umum dibagi menjadi dua, yaitu grafis berbaris vektor dan grafis berbaris bitmap. CorelDARAW 12 adalah salah satu software berbasis vektor yang banyak digunakan. Kemudahan dalam penggunaannya membuwat software itu dikenal sebagai software andal dalam mendisain gambar vektor. Adobe Photoshop CS adalah salah satu software berbasis bitmap yang banyak digunakan dalam dunia industri desain grafis, percetakan, dan foto studio. Selain software grafis tersebut, masih banyak software lainnya berbeda di pasaran, 
berikut sebagai contoh software berbasis grafis:
  1.    CorelDRAW 12
  2.    Corel Photopaint
  3.    Adobe Photos CS2
  4.    Macromedia Freehand MX
  5.    Adobe Illustrator
  6.    Microsoft Photo Editor

Kekurangan dan Kelebihan CorelDraw:
sebagai aplikasi grafis vector dua dimensi. Saya kurang tahu dengan versi-versi CDR yang baru, apakah sudah memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada. Sebagai catatan dari pengalaman menggunakan CDR berikut ini ada beberapa kekurangan yang sering muncul:
  1. memakan memori dan resource lain yang sangat besar apalagi bila gambar yang sedang dibuat mempunyai detail yang banyak. Pada PC yang low end penggunaan CDR sering menimbulkan pesan ‘crash’ pada system bahkan dalam proses effect bevel/emboss dalam PC yang bagus pun dapat timbul ‘hang’.
  2. besar file yang dibuat membengkak
  3. warna yang dicetak tidak akurat (tidak sesuai dengan tampilan layar) pada beberapa jenis printer
  4. dalam pembuatan objek table tidak semudah membuat table dalam MS Word. Yaitu dengan cara yang sangat manual
  5. apabila ada penggabungan objek vector dan photo/bitmap kualitas cetakannya kurang memuaskan, misalnya membuat cover buku yang terdapat objek text dan photo.
  6. kompatibilitas versi CorelDraw banyak kendala dalam sharing ke versi lainnya.
Namun dari beberapa kekurangan tersebut, CorelDraw juga mempunyai kelebihan sehingga software grafis di lingkungan vector CorelDraw paling banyak digunakan (sangat popular) oleh para designer grafis. Kelebihannya antara lain :
  1. exim (export-import) format grafis yang didukung sangat banyak sehingga membantu kompatibilitasnya.
  2. mempunyai banyak tools dan effect yang memudahkan pembuatan objek vector (garis, lengkung, kotak) terutama dalam mendesain/redesign logo.
  3. untuk duplikasi objek banyak sekali langkah yang bisa digunakan misalnya dengan menekan tombol ‘+’ pada keypad, Ctrl+D, Copas, Effect Blend, mirror transform dll.
font bawaan CorelDraw sangat banyak sehingga mencukupi dalam pembuatan logo dlln.Pengalaman menggunakan CorelDraw dari beberapa versi (dari versi 5 s.d. 13) yang dirasa sangat bagus dan mengesankan adalah versi 8 dan 13.



Perbedaan Grafis Vektor dan Grafis Bitmap

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, perbedaan antara grafis vektor dan bitmap, terletak dalam hal kualitas gambar yang dihasilkan. Ketika ukuran file dokumen grafis vektor diperbesar, kualitas gambar tidak berubah. Sebalikanya, ketika ukuran file dokumen grafis bitmap diperbesar, kualitas gambar akan berubah menjadi pecah.
Berikut ini tabel perbedaan antara grafis vektor dan grafis bitmap
Tabel 1.1 Perbedaan Grafis vektor dan garis bitmap
Vektor
Bitmat
Gambar tetap jelas ketika diperbesar
Tersusun oleh garis dak kurva
Ukuran file yang dihasilkan kecil
Kualitas grafis bergantung dari banyaknya pixel
Gambar kurang jelas ketika diperbesar
Tersusun aras gambar titik-titik/ dot
Ukuran file yang dihasilkan besar
Kualitas grafis bergantung dari banyaknya pixel



Penggunaan Program Grafis Vektor
Salah satu program aplikasi grafis berbaris vektor yang cukup populer dalam bidang penerbitan adalah CoreDRAW . pada pembahasan kali ini, anda akan diperkenalkan dengan CorelDRAW 12 yang merupakan produk dari Corel Corpation dengan sistem operasi Windos XP. CorelDRAW 12 adalah versi terbaru terdapat fasilitas-fasilitas tambahan yang akan lebih mempermudah perkerjaan mendisain gambar.

Mengaktifkan Program aplikasi Vektor CorelDRAW

3. Opation Bar
Option bar merupakan pilihan tombol yang ditampilkan untuk melengkapi pilihan pada toolbox. Tampilan toolbar akan berubah secara dinamis seiring dengan tool yang digunakan. Cara mengaktifkan atau menghilangkan option bar ini, sebagai berikut.

  •       Klik menu window
  •       Klik Options.
4. Platette
          Photoshop CS2 menyediakan fasilitas platte yang berfungsi untuk memantau, mengatur, dan memperbaiki gambar. Dalam keadaan default, palette ditempatkan bersamaan dalam satu grup. Untuk menampilkan suatu paltte, anda dapat melakukan langkah-langakah berikut ini.
  •     Kilik menu window.
  •     Pilih nama palette yang akan tampilkan.
          Unutk menampilkan dan menyembunyikan beberapa atau seluruh palette dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain sebagai berikut.
  •    Menampilkan dan menyembunyikan seluruh platte, option bar, dan toolbox dengan menekan tombol Tab pada keyboard.
  •   Menampilkan dan menyembunyikan seluruh palette yang telah tampil, dengan menekan tombol (Shift + Tab) pada keyboard.
Berikut ini akan dijelaskan jenis-jenis paltte menurut fungsinya.
     a.   Navigator Palette
Platte ini berfungsi untuk mengatur besar kecilnya tampilan ukuran gambar dalam lembar kerja (kanvas) melalui sebuah salinan miniatur gambar. Bagian tengah Navigator disebut Thumbnail. Untuk memperbesarkan gambar, klik ikon zoom ini sedangakan untuk memperkecil ikon Zoom Out.


     b.   Info Palette
Palatte ini berfungsi untuk memberikan informasi bagian image yang ditunjuk oleh pointer tentang persentase campuuran warna, titik koordinat, dan posisi pointer mouse dalam kanvas.


     c.    Color Palette
Palette ini berfungsi mengatur persentase campuran setiap komponen warna pada foreground dan background, antara lain mode RGB dengan cara menggeser slider untuk menentukan setiap bagian dari mode pewarnaan atau dengan mengklik color.
Pengaturan Set foreground color dilakukan dengan mengklik Set foreground color.
   
 d.   Swatches Palette
Palette ini berfungsi untuk mengatur warna dengan menggunakan warna yang disediakan palette.
    
  e.   Styles Pallette
Palette ini berfungsi untuk membuat suatu objek dengan sistem perwarnaan dan efek yang telah disediakan palette.


  f.      History Pallette
Palette ini berfungsi sebagai peningingat dimna setiap perintas yang telah dilakukan akan terrekam dan dipaparkan pada palette ini. Dengan History palette anda dapat melakukan pembatalan perintah-perintah yang telah dilakukan.

    g.    Actions Pallette
Palette ini berfungsi untuk menjalkan perintah yang akan diterapkan pada gambar yang akan diproses lebih lanjut. Untuk melalukan Action yang telah ada, pilih nama Action yang telah ada. Selanjutnya klik tombol Play section

    h.   Layers Palette
Palette ini berguna mengatur layer (lapisan gambar) sehingga memudahkan dalam pengaturan unrutan lapisan gambaar tanpa mempengaruhi bagian lapisan lainnya. Pada palette ini, anda dapat membuat, menghapus, menggadakan, dan mengatur layer. Dalam keadaan default, layer baru dibuat akan diletakkan pada bagian yang paling atas.

   i.      Channels Pallete
Plette ini berfungsi unutk merekam komponen warna yang digunakan pada gambar bagian atasnya merupakan perpaduan atau model warna dari warna-warna yang berada pada bagian bawahnya. Unutk menyembunyikan atau mematikan salah satu atau seluruh komponen gambar gunakan tombol indicates channel visibility.
    
   j.      Paths Palette
Palette ini berfungsi unutk menyimpan bagian gambar yang dipotong sehingga sewaktu-waktu bagian potongan gambar tersebut dapat ditampilkan kembali. Unutk memotong gambar, anda dapat menggunakan tool magic wand, losso, atau marquee.
5.  toolbox
         Bagian terpenting untuk proses desaian adalah penggunaan toolbox. Toolbox merupakan kumpulan ikon yang berfungsi unutk melakukan editing pada gambar. Biasanya, toolbox berada disebelah kiri layar. Bagian toolbox yang memiliki tanda panah di bagian kanan bawah menunjukkan tombol tersebut masih menyimpan tombol lain yang tersembunyi.



1 komentar: